maii

Mie Ramen Khas Jepang

Posted on: 28/07/2011

Bagi penggemar makanan Jepang, menu ramen pasti bukan menu baru. Ramen disukai karena kuahnya yang kental dan gurih. Secara umum, kuah ramen terbagi menjadi 4 tipe dari kaldu yang digunakan, yakni Shio (bahan dasar garam), Tonkotsu (berbahan dasar tulang babi), Shoyu (berbahan dasar kecap Jepang), dan Miso (berbahan dasar kedelai). Mencoba menciptakan sesuatu yang baru, Tetsuya Kudo, chef sekaligus pemilik Marutama Ra-men, menciptakan ramen yang kuahnya terbuat dari kaldu ayam (Toripaitan).

Sejak tahun 2001, Tetsuya Kudo membuka Marutama Ra-men di Jepang, hingga kini, ia memiliki 4 cabang di Jepang, 4 lagi di Singapura, dan kini ia membuka gerai terbaru di Jakarta, tepatnya di lantai basement gedung Sentral Senayan I. Desain interiornya memang dibuat bergaya ala Jepang, meski masih kental pula kesan minimalisnya.

Mendekati tempat duduk Anda akan melihat selembar menu bertutup plastik yang tergeletak di tengah meja. Salah satu sisinya berbahasa Jepang, yang lainnya berbahasa Inggris. Tiga buah gambar menu ramen di bagian atas menjadi pilihan untuk Anda. Di bagian bawah, ada sekitar 8 side dish sebagai pilihan. Untuk pilihan ramen, Anda tinggal memilih rasa Marutama Ra-men/Karashi Ra-men (Rp 52.000), untuk topping ayam, Aka Ra-Men (Rp 65.000) untuk topping 7 tipe kacang giling, dan Tan Men (Rp 55.000) untuk topping sayuran.

Karena ingin fokus untuk penyajian ramen ini, menu yang dihantar tak terlalu beragam. Sedikit bocoran, khusus untuk Indonesia, ada rencana untuk mengembangkan menu yang topping-nya terbuat dari ebi (udang kecil). Selain itu, kaldu dari ayamnya ini sendiri pun perlu waktu yang tak sedikit, setidaknya butuh proses 5 jam per hari untuk membuat sup kaldu ayam ini.

Menurut Angelita S. Komala, Marketing & Promotion Manager, saat pembukaan Marutama Ra-men, hari “Penyajian ramen di sini menggunakan ramen yang dibuat sendiri, supnya terbuat dari kaldu ayam asli, sehingga rasa gurihnya asli, tidak menggunakan MSG sama sekali.”

Dalam setiap mangkuk ramen yang ukurannya cukup besar, terdapat tamago (telur rebus setengah matang yang berbumbu). “Kudo-san ingin rasanya benar-benar otentik. Kalau makanan yang sudah disesuaikan dengan cita rasa khas negara lain kan, namanya fusion, tetapi kalau di sini, Kudo-san ingin memberikan cita rasa makanan masakan asli khas Jepang, meski bahan-bahannya tidak 100 persen impor.”

Diklaim oleh pihak Marutama Ra-men, ramen yang terbuat dari kaldu ayam (Toripaitan) ini merupakan yang pertama di Indonesia. Memang, ketika Kompas Female mencicipi kuah Marutama Ra-men terasa  gurih dan cukup kental. Bagi mereka yang suka rasa asin-gurih, bisa jadi suka dengan rasa ini. Namun, untuk yang tak biasa, bisa jadi agak sulit untuk menerimanya. Menurut beberapa rekan wartawan, ada yang mengatakan menyukai rasanya, tapi ada pula beberapa teman yang mengatakan rasa gurihnya terlalu kuat dan pekat, sehingga mereka tak sanggup menghabiskan mangkuk sajiannya.

Mie yang ada di dalamnya cenderung tak memiliki rasa, tetapi ditambah dengan suwir-suwir daging ayam empuk yang rasanya lebih asin dari kuahnya, membuat paduan cukup unik dan mengundang selera. Tamago, atau telur rebus yang bagian dalamnya setengah matang  menimbulkan aroma yang cukup menyengat, bagi mereka yang tak suka baunya, mungkin bisa minta untuk memisahkan tambahan tersebut. Selain itu, potongan rumput lautnya juga memberi aroma yang cukup khas.

Harganya mungkin cenderung di atas rata-rata, namun dibarengi dengan porsi yang cukup besar, masih tergolong sepadan. Bisa jadi pula harga tersebut karena ditujukan untuk target pasar yang cenderung pebisnis, karena letaknya di perkantoran, dan pusat kota. Untuk informasi tambahan, di negeri asalnya, Jepang, penikmat ramen biasa menggunakan daging babi sebagai topping. Marutama Ra-men juga menyediakan topping ini, jika Anda ingin, silakan dipesan. Bagi Anda yang tak mengkonsumsi daging babi, jangan takut, “Di sini, wadah untuk daging dipisah, jadi tidak bercampur dengan topping yang lain,” jelas Angel.

Dikatakan pula oleh Angel, sebagian besar pengunjung Marutama Ra-men di Singapura dan Jepang adalah wanita. Menurut Kudo-san ini dikarenkan pada saat pemrosesan kuahnya, terdapat kolagen yang dipercaya mampu membantu kulit lebih kenyal. Tertarik?

http://female.kompas.com/read/2010/06/28/17465469/mencicipi.ramen.otentik.jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: