maii

SURVIVAL

Posted on: 06/01/2011

Definisi Survival

Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam

S : Sadar dalam keadaan gawat darurat

U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah

R : Rasa takut dan putus asa hilangkan

V : Vitalitas tingkatkan

I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya

V : Variasi alam bisa dimanfaatkan

A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya

L : Lancar, slaman, slumun, slamet

 

Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival ini, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :

S : Stop & seating / berhenti dan duduklah

T : Thingking / berpikirlah

O : Observe / amati keadaan sekitar

P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Mengapa Ada Survival

 

 

 

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Kesulitan-kesulitan tsb antara lain :

  • Keadaan alam (cuaca dan medan)
  • Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  • Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Banyaknya kesulitan-kesulitan biasanya timbul akibat
kesalahan-kesalahan kita sendiri.

Kebutuhan survival

 

 

Yang harus dipunyai oleh seorang survivor

1. Sikap mental

– Semangat untuk tetap hidup

– Kepercayaan diri

– Akal sehat

– Disiplin dan rencana matang

– Kemampuan belajar dari pengalaman

2. Pengetahuan

– Cara membuat bivak

– Cara memperoleh air

– Cara mendapatkan makanan

– Cara membuat api

– Pengetahuan orientasi medan

– Cara mengatasi gangguan binatang

– Cara mencari pertolongan

3. Pengalaman dan latihan

– Latihan mengidentifikasikan tanaman

– Latihan membuat trap, dll

4. Peralatan

– Kotak survival

– Pisau jungle , dll

5. Kemauan belajar

Langkah yang harus ditempuh bila
saudara atau kelompok anda tersesat :

  • Mengkoordinasi anggota
  • Melakukan pertolongan pertama
  • Melihat kemampuan anggota
  • Mengadakan orientasi medan
  • Mengadakan penjatahan makanan
  • Membuat rencana dan pembagian tugas
  • Berusaha menyambung komunikasi dengan dunia kuar
  • Membuat jejak dan perhatian
  • Mendapatkan pertolongan

Bahaya-bahaya dalam survival

 

Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :

1. Ketegangan dan panik

Pencegahan :

– Sering berlatih

– Berpikir positif dan optimis

– Persiapan fisik dan mental

2. Matahari / panas

– Kelelahan panas

– Kejang panas

– Sengatan panas

Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas :

– Penyakit akut/kronis

– Baru sembuh dari penyakit

– Demam

– Baru memperoleh vaksinasi

– Kurang tidur

– Kelelahan

– Terlalu gemuk

– Penyakit kulit yang merata

– Pernah mengalami sengatan udara panas

– Minum alkohol

– Dehidrasi

Pencegahan keadaan panas :

– Aklimitasi

– Persedian air

– Mengurangi aktivitas

– Garam dapur

– Pakaian :

– Longgar

– Lengan panjang

– Celana pendek

– Kaos oblong

3. Serangan penyakit

– Demam

– Disentri

– Typus

– Malaria

4. Kemerosotan mental

Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris

Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah

Keadaan lingkungan mencekam

Pencegahan : Usahakan tenang

Banyak berlatih

 

5. Bahaya binatang beracun dan berbisa

Keracunan

Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang

mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.

Penyebab : Makanan dan minuman beracun

Pencegahan : Air garam di minum

Minum air sabun mandi panas

Minum teh pekat

Di tohok anak tekaknya

 

6. Keletihan amat sangat

Pencegahan : Makan makanan berkalori

Membatasi kegiatan

7. Kelaparan

8. Lecet

9. Kedinginan

Untuk penurunan suhu tubuh <>
Membuat Bivak (Shelter)
Tujuan : untuk melindungi dari angin, panas, hujan, dingin

Jenis-jenis Shelter :

  1. Shelter asli alam

    Gua : Bukan tempat persembunyian binatang

    Tidak ada gas beracun

    Tidak mudah longsor

  2. Shelter buatan dari alam
  3. Shelter buatan

Syarat Shelter :

Membuat Perangkap (Trap)




 




Macam-macam Perangkap :

  • Perangkap model menggantung
  • Perangkap tali sederhana
  • Perangkap lubang jerat
  • Perangkap menimpa
  • Apace foot share

 

Bahan :

  • tali/kawat
  • Umpan
  • Batang kayu
  • Cabang pohon

Membaca Jejak







Jenis :

  • Jejak buatan : dibuat oleh manusia
  • Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan

Jejak alami biasanya menyatakan tentang :

  • Jenis binatang yang lewat
  • Arah gerak binatang
  • Besar kecilnya binatang
  • Cepat lambatnya gerak binatang

Membaca jejak alami dapat diketahui dari :

  • Kotoran yang tersisa
  • Pohon atau ranting yang patah
  • Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput


 

Air

Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 ñ 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.

Air yang tidak perlu dimurnikan :

  1. Hujan

    Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan

  2. Dari tanaman rambat/rotan

    Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut

  3. Dari tanaman

Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut

 

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :


  1. Air sungai besar
  2. Air sungai tergenang
  3. Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai (+ 5 meter dari batas pasang surut)
  4. Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
  5. Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan

Makanan










Patokan memilih makanan :

  • Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
  • Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok
  • Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
  • Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
  • Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam

Hubungan air dan makanan

  • Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
  • Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
  • Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak

Tumbuhan yang dapat dimakan

Dari batangnya :

  • Batang pohon pisang (putihnya)
  • Bambu yang masih muda (rebung)
  • Pakis dalamnya berwarna putih
  • Sagu dalamnya berwarna putih
  • Tebu

Dari daunnya :

  • Selada air
  • Rasamala (yang masih muda)
  • Daun mlinjo
  • Singkong

Akar dan umbinya :

  • Ubi jalar, talas, singkong

Buahnya :

  • Arbei, asam jawa, juwet

Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :

  • Jamur merang, jamur kayu

Ciri-ciri jamur beracun :

  • Mempunyai warna mencolok
  • Baunya tidak sedap
  • Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
  • Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
  • Bila diraba mudah hancur
  • Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
  • Tumbuh dari kotoran hewan
  • Mengeluarkan getah putih

Binatang yang bisa dimakan

  • Belalang
  • Jangkrik
  • Tempayak putih (gendon)
  • Cacing
  • Jenis burung
  • Laron
  • Lebah , larva, madu
  • Siput
  • Kadal : bagian belakang dan ekor
  • Katak hijau
  • Ular : 1/3 bagian tubuh tengahnya
  • Binatang besar lainnya

Binatang yang tidak bisa dimakan

  • Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
  • Mengandung racun : penyu laut
  • Mengandung bau yang khas : sigung

 

Api

 

 

Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.

  1. Dengan lensa / Kaca pembesar

    Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.

  2. Gesekan kayu dengan kayu.

    Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar

  3. Busur dan gurdi

Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.

Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren
Survival kit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan :

  • Perlengkapan memancing
  • Pisau
  • Tali kecil
  • Senter
  • Cermin suryakanta, cermin kecil
  • Peluit
  • Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
  • Tablet garam, norit
  • Obat-obatan pribadi
  • Jarum + benang + peniti
  • dll

 

sumber : http://ardjel.blogspot.com/2008/01/mengapa-survival.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: